Berbagai penemuan ilmiah pun semakin membuktikan bahwa ekspresi wajah dapat menstimulasi hati. Seorang ahli fisiologi Perancis, Israil Waynbaum, mengemukakan bahwa saat otot-otot wajah digerakkan, mekanisme hormonal di otak akan dipengaruhi dan diaktifkan. Otot wajah yang digunakan untuk tersenyum, menunjukkan kemarahan, minghina dan lain- lain semuanya berhubungan dengan Neurotransmitter yang berbeda-beda di otak. Saat tersenyum, transmitter mengirimkan sinyal-sinyal kimia ke seluruh tubuh, Waynbaum yakin senyuman mempengaruhi hormon secara positif. Sementara ekspresi-ekspresi seperti marah atau jengkel mempunyai efek yang negatif. Bahkan ekspresi wajah mempunyai pengaruh yang besar terhadap bagaimana kita berpikir dan merasakan. Jadi, memaksakan sebuah senyuman dapat merangsang fikiran dan hati untuk benar-benar tersenyum.
Saat anda tersenyum, jantung berdetak lebih lambat, tekanan darah menurun dan sistem tubuh rileks. Dengan tersenyum, banyak manfaat yang diperoleh. Sebaliknya, ekspresi wajah negatif membuat tubuh bereaksi negatif. Padahal kita tahu bahwa subjek penelitian tersebut bukanlah benar-benar merasa bahagia, sedih atau jijik, tetapi mereka hanya membuat otot-otot wajah sesuai dengan emosi tersebut.
Ketika seseorang marah kepada dirinya, pada keadannya atau pada Tuhan, sistem energy tubuhnya akan mengalami goncangan hebat. Seluruh sel-sel tubuhnya akan menyerap energy negatif. Sementara alam bawah sadarnya merekam bahwa apa yang sedang terjadi adalah hal yang kurang menyenangkan. Dalam konsep Chikung ada istilah Energy Follow The Mind atau energy mengikuti pikiran.maksudnya saat alam bawah sadar seseorang meyakini dirinya sedang mengalami bahaya atau situasi yang tidak terkendali, maka sistem energy tubuhnya akan merespon dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh pikirannya. Akibatnya terjadilah situasi yang tidak terkendali tersebut.Sekarang tinggal anda sendiri yang menentukan apakah hal positif atau hal negatif yang ingin anda lakukan maka apa yang anda lakukan tersebut akan langsung berdampak pada diri anda sendiri.
0 komentar:
Posting Komentar